Meningkatkan Nilai Ekonomi Buah Nanas Subgrade Dengan Sentuhan Teknologi Penggoreng Vakum (Increasing the Economic Value of Subgrade Pineapple With a touch of Vacuum Frying Technology)

Sugiarto Sugiarto, Irawan Dodi W, Yuwono Rudy

Abstract


Sebagian tanaman buah-buahan bersifat musiman, saat musim panen produksi buah melimpah namun di luar musim panen, buah sulit ditemukan. Kondisi tersebut menyebabkan nilai ekonomi beberapa komoditas buah saat musim panen sangat rendah. Buah nanas di Kabupaten Kediri terbagi menjadi grade A, grade B, grade C dan grade D. Permasalahan yang sering dihadapi petani nanas adalah harga jatuh saat panen raya sementara buah tidak dapat disimpan terlalu lama. Bahkan hasil panen nanas grade C dan grade D akhirnya tidak terserap pasar. Panjangnya rantai distribusi juga menjadi problem petani karena menjadikan hasil pendapatannya kurang maksimal.

Melalui kegiatan Program Doktor Mengabdi (DM) Universitas Brawijaya tahun 2019, tim pelaksana ingin membantu mengatasi permasalahan harga nanas yang rendah dengan melakukan diseminasi teknologi pengolahan buah nanas menjadi produk olahan buah nanas kering agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan waktu simpan lebih lama. Buah nanas diolah menjadi produk olahan kripik nanas menggunakan teknologi penggoreng vakum kapasitas 12 kg. Bahan baku yang diolah adalah buah nanas dari petani di Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri terutama grade C. Temperatur penggorengan diseting 83 oC dengan tekanan vakum 70 cmHg.

Hasilnya adalah, buah nanas grade C mampu ditingkatkan nilai ekonominya dengan memberikan muatan teknologi produksi menggunaakn mesin penggoreng vakum. Berdasarkan analisis ekonomi, dari bahan baku nanas grade C mampu menghasilkan keuntungan produksi sekitar 95% dari biaya produksi.  Sedangkan untuk buah nanas grade A mampu menghasilkan keuntungan produksi sekitar 61% dan grade B mampu menghasilkan keuntungan produksi sekitar 73 % dari biaya produksinya. Hal ini menunjukkan bahwa sentuhan teknologi produksi pada buah nanas menggunakan teknologi penggoreng vakum dapat menaikan nilai ekonominya


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2013. PDRB Kabupaten Kediri Tahun 2012. BPS: Kabupaten Kediri.

Anonim. 2017. Ekspor Buah, Sayuran dan Bunga Indonesia. Kementrian Pertanian Republik Indonesia.http://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=1967. Diakses pada tanggal 10 April 2019.

Anonim. 2018. Kabupaten Kediri Dalam Angka. Katalog 1102001.3506.BPS: Kabupaten Kediri.

Anonim. 2018. Kecamatan Plosoklaten Dalam Angka. Katalog 1102001.3506090.BPS: Kabupaten Kediri.

Argo D. B, dkk. 2015. Mesin Penggorengan Hampa Sistem Swing dan Penerapannya Pada Industri Keripik Buah. Diakses pada 30 Oktober 2019.

Azkenazi N, Mizrahi S, and Berk Z. 1984. Heat and mass Transfer in frying. Di dalam : Mc Kenna BM, editor. Engineering and Food. Volume ke-1, London : Elsevier Apllied Science Publisher.

Bello AB, Segovia PG, and Monzo JM. 2010. Vacuum Frying Process of Gilthead Sea Bream (Sparus aurata) Fillets. Innovative Food Science & Emerging Technologies 11( 4): 630-636.

Dueik V, Robert P, and Bouchon P. 2010. Vacuum Frying Reduce Oil Uptake and Improves The Quality Parameters of Carrot Crisps. Food Chemistry 119: 1143-1149.

Garayo J. and R. Moreira 2002. Vacuum Frying of Potato Chips. Journal of Food Engineering 55: 181-191

Hasan, Z.H., D.I. Saderi, dan S.S. Antarlina. 2005. Peluang pengembangan agroindustri pengolahan buah mangga lokal spesifik Kalimantan Selatan. hlm. 11731180.

Jati Sumarto Putro, I Wayan Budiastra dan Usman Ahmad, 2012, Optimasi Proses Penggorengan Hampa dan Penyimpanan Keripik Ikan Pepetek (Leiognathus sp.), JTEP Jurnal Keteknikan Pertanian Vol.26 No. 1 hal. 25-32

Mariscal M, and Bouchon P. 2007. Comparison between Atmospheric and Vacuum Frying of Apple Slices. Journal Food Chemistry 107: 1561-1569

Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI Press. Jakarta.

Nicolas Tumbel dan Supardi Manurung, Pengaruh Suhu Dan Waktu Penggorengan Terhadap Mutu Keripik Nanasmenggunakan Penggoreng Vakum, Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 9 No. 1 Juni 2017 : 9-22 ISSN No.2085-580X , Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado

Nuraini, W. 2003. Optimasi proses pembuatan keripik Labu Jepang (Curcubita maxima L.). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB: Bogor.

Sunaryo, 2014. Rancang Bangun Mesin Penggorengan Vakum dan Pelatihan Diversifikasi Olahan Salak Pondoh di Desa Pekandangan Kabupaten Banjarnegara. Jurnal PPKM III, hal. 190-196 ISSN: 2354-869X

Suryadi, Rohanah A., dan Harahap LA. 2016. Uji suhu penggorengan keripik salak pada alat penggorengan vakum (vacuum frying) tipe vacuum pump. J.Rekayasa Pangan dan Pert., 4 (1): 116-121.

Suseno. 2008. Penerapan Teknologi Vaccum Frying Bagi Kelompok Tani Pengolah ikan di Kabupaten Tasikmalaya Dalam Rangka Pengembangan Produk Unggulan Daerah. Bogor: LPPM IPB.

Troncoso E, and Pedreschi F. 2009. Modeling Water Loss and Oil Uptake During Vaccum Frying of Pre-Treated Potato Slices. Journal of Food Science and Technology 42: 1164-1173

Wijayanti R. 2011 dalam Jati Sumarto P 2012, Kajian Rekayasa Proses Penggorengan Hampa dan Kalayakan Usaha Produksi Keripik Pisang [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.




DOI: https://doi.org/10.32486/jd.v4i1.462

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) http://journal.pnm.ac.id/index.php/dikemas/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats