Perbandingan Lebar Penampang Untuk Alat Ukur Kekeringan Gabah Menggunakan Jembatan Wheatstone Berbasis Arduino Uno

Authors

  • Bobi Khoerun Politeknik Negeri Indramayu
  • Haris Apriyanto Politeknik Negeri Indramayu
  • Zulmi Harsoni Suryapringga Politeknik Negeri Indramayu
  • Naufal Fadhlu Rohman
  • Karsid Karsid
  • Icha Fatwasauri

DOI:

https://doi.org/10.32486/jeecae.v8i2.633

Keywords:

gabah, wheatstone, penampang, kadar air

Abstract

Gabah yang terlambat dikeringkan akan berdampak buruk terhadap kualitas beras. Hal ini disebabkan gabah yang dipanen dengan kadar udara tinggi dan kondisi lembab mengalami respirasi yang cepat. Akibatnya gabah membusuk, berjamur, berkecambah atau mengalami reaksi pencoklatan enzimatis sehingga nasi berwarna kuning/kuning kecoklatan. Kandungan udara maksimum yang dimiliki oleh gabah kering adalah antara 12-14%. Oleh karena itu, dibutuhkan alat ukur kadar air gabah sehingga kekeringan gabah dapat dipantau.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan lebar penampang pada alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis Arduino Uno. Penelitian ini melibatkan perbandingan lebar penampang yang berbeda pada alat ukur yang sama, dengan menganalisis pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran tingkat kekeringan gabah. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana lebar penampang mempengaruhi akurasi pengukuran dan membantu dalam pengembangan alat ukur yang lebih presisi untuk menilai tingkat kekeringan gabah. Lebar penampang yang diteliti yaitu ukuran 1,5cm, 2,5cm, 3cm, dan 4cm. Berdasarkan hasil perhitungan dan percobaan, penampang dengan lebar 4cm menunjukkan keakuratan yang sesuai. Penampang ini menghasilkan nilai error kadar air sebesar 0,3% hingga 0,6% dan rata-rata error tegangan antara 0,052 VAC hingga 0,694 VAC menggunakan resistor 2,2MΩ. Hasil ini menunjukkan bahwa alat ukur dengan penampang 4cm mampu memberikan hasil yang mendekati nilai yang sebenarnya. Oleh karena itu, penampang dengan lebar 4 cm dapat dianggap sebagai pilihan yang baik untuk pengembangan alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis arduino uno.

References

Arsyad, Muhammad dkk. 2022. Fisika Teknik. Yogyakarta: Deepublish.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. (2021). Produksi Padi Menurut Kabupaten/Kota (Ton) 2019-2021. https://jabar.bps.go.id/indicator/53/52/1/produksi-padi-menurut-kabupaten-kota.html

Kadir, Abdul. 2018. Arduino & Sensor. Yogyakarta: ANDI

Lestari, D. S. (2017). Jangan Hanya Makan!! Kenali Padi, Beras dan Nasi Serta Sebutan Lainnya. Okezone. https://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/26/298/1744247/jangan-hanya-makan-kenali-padi-beras-dan-nasi-serta-sebutan-lainnya

Listiyarini, Ratih, 2018. Dasar Listrik & Elektronika. Yogyakarta: Deepublish.

Wicaksono, Mochamad Fajar. 2019. Aplikasi Arduino dan Sensor.Bandung : Informatika

Wirjayati, I Ketut dkk. 2022. Teori dan Teknik Penyelesaian Kasus Rangkaian Listrik dengan MATLAB dan SIMULINK I. Yogyakarta: Deepublish

Published

2023-11-15

How to Cite

Bobi Khoerun, Apriyanto, H., Suryapringga, Z. H., Rohman, N. F., Karsid, K., & Fatwasauri, I. (2023). Perbandingan Lebar Penampang Untuk Alat Ukur Kekeringan Gabah Menggunakan Jembatan Wheatstone Berbasis Arduino Uno. JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering), 8(2), 7–13. https://doi.org/10.32486/jeecae.v8i2.633